|
Rabu, 09 Januari 2013
Rp 475 Miliar Bangun Jalan Perbatasan...Buka Jaringan di Lima Kecamatan Mahulu
DIPA 2013 KuBar Rp 1,5 Triliun
|
Rabu, 9 Januari 2013 -
|
| |
Kaltim
|
Post |
SENDAWAR - Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)
Kubar 2013 dipatok sebesar Rp 1,5 triliun. Ini setelah mendapat kroscek
DIPA Kubar oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan telah diserahkan
kembali ke Pemkab Kubar, Senin (17/12). Aplus bagi anggaran Kubar,
sesuai program pembangunan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Hal ini dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kubar Finsen Allotondang, baru-baru ini. “Kami tidak kaget dengan jumlah tersebut (Rp1,5 triliun,Red), karena beberapa waktu sebelum menerima DIPA, Pemkab Kubar telah menerima informasi dari pemerintah pusat akan mendapatkan alokasi dana sebesar itu,” ungkap mantan sekretaris Bappeda periode 2006-2011.
Besaran nilai DIPA tersebut dijelaskannya, merupakan hasil perjuangan Pemkab Kubar ke pusat dalam mendapatkan anggaran tersebut. Kebetulan program pemerintah pusat pada tahun anggaran 2013 lebih banyak kepada peningkatan ekonomi masyarakat, pendidikan dan kesehatan. “Kebetulan juga program pembangunan di Kubar setiap tahun mengarah kepada ketiga hal itu. Walaupun ada lima program yang ditetapkan pemerintah pusat pada tahun anggaran 2013,” katanya.
Lantas ketika program pemerintah pusat selaras dengan program Pemkab Kubar, ternyata tidak mengalami kesulitan dalam mensinkronkan programnya. Kemudiann langsung disetujui oleh pemerintah pusat. Ditambahkannya, dana yang diberikan ke Pemkab Kubar nantinya digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur pendidikan, kesehatan serta membangunan masyarakat kecil dalam mendapatkan dana UKM yang bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat kecil.
Sekretaris Kabupaten Kubar Aminuddin mengatakan, dana yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui APBN nantinya dipergunakan untuk pembiayaan, sektor pertanian, jalan, bangunan serta perekonomian masyarakat juga pendidikan kesehatan. “Memang dana berasal dari pemerintah pusat namun dialokasikan melalui pemerintah provinsi,” katanya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kubar HM Zainuddin Thaib mengatakan, Kubar pada anggaran 2013 mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAU) sebesar Rp559 miliar yang dipergunakan untuk belanja tidak langsung dan gaji pegawai. Ditambah lagi, sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 104 miliar. Dana ini dipergunakan untuk membiayai program farmasi, irigasi, peningkatan sarana air minum, lingkungan hidup, kehutanan, keluarga berencana dan pembangunan sarana prasarana masyarakat.
Di samping itu Pemkab Kubar yang kebetulan daerahnya yang berada di perbatasan Indonesia Malaysia, juga mendapatkan alokasi dana perbatasan sebesar Rp 12 miliar. Dana ini akan dipergunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur jalan dan subsidi ongkos angkut barang ke perbatasan. (hms12/waz)
Hal ini dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kubar Finsen Allotondang, baru-baru ini. “Kami tidak kaget dengan jumlah tersebut (Rp1,5 triliun,Red), karena beberapa waktu sebelum menerima DIPA, Pemkab Kubar telah menerima informasi dari pemerintah pusat akan mendapatkan alokasi dana sebesar itu,” ungkap mantan sekretaris Bappeda periode 2006-2011.
Besaran nilai DIPA tersebut dijelaskannya, merupakan hasil perjuangan Pemkab Kubar ke pusat dalam mendapatkan anggaran tersebut. Kebetulan program pemerintah pusat pada tahun anggaran 2013 lebih banyak kepada peningkatan ekonomi masyarakat, pendidikan dan kesehatan. “Kebetulan juga program pembangunan di Kubar setiap tahun mengarah kepada ketiga hal itu. Walaupun ada lima program yang ditetapkan pemerintah pusat pada tahun anggaran 2013,” katanya.
Lantas ketika program pemerintah pusat selaras dengan program Pemkab Kubar, ternyata tidak mengalami kesulitan dalam mensinkronkan programnya. Kemudiann langsung disetujui oleh pemerintah pusat. Ditambahkannya, dana yang diberikan ke Pemkab Kubar nantinya digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur pendidikan, kesehatan serta membangunan masyarakat kecil dalam mendapatkan dana UKM yang bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat kecil.
Sekretaris Kabupaten Kubar Aminuddin mengatakan, dana yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui APBN nantinya dipergunakan untuk pembiayaan, sektor pertanian, jalan, bangunan serta perekonomian masyarakat juga pendidikan kesehatan. “Memang dana berasal dari pemerintah pusat namun dialokasikan melalui pemerintah provinsi,” katanya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kubar HM Zainuddin Thaib mengatakan, Kubar pada anggaran 2013 mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAU) sebesar Rp559 miliar yang dipergunakan untuk belanja tidak langsung dan gaji pegawai. Ditambah lagi, sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 104 miliar. Dana ini dipergunakan untuk membiayai program farmasi, irigasi, peningkatan sarana air minum, lingkungan hidup, kehutanan, keluarga berencana dan pembangunan sarana prasarana masyarakat.
Di samping itu Pemkab Kubar yang kebetulan daerahnya yang berada di perbatasan Indonesia Malaysia, juga mendapatkan alokasi dana perbatasan sebesar Rp 12 miliar. Dana ini akan dipergunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur jalan dan subsidi ongkos angkut barang ke perbatasan. (hms12/waz)
Selasa, 08 Januari 2013
Dirut PLN Pusat, Nur Pamudji: 2014-2015, Listrik Aman
Nur Pamudji: 2014-2015, Listrik Aman
|
Selasa, 8 Januari 2013 -
|
| |
Kaltim
|
Post |
SENDAWAR - Direktur Utama (Dirut) PLN Nur Pamudji
mengatakan, untuk mengatasi krisis listrik khususnya di Kubar
pembangunan pembangkit listrik PLTU memang perlu pemenuhan listrik
jangka pendek. Namun untuk jangka panjang 10 sampai 20 tahun, PLN sudah
memiliki program pembangunan transmisi/jaringan. Sekarang sudah mulai
digarap untuk pembangunan transmisi di Sumatera dan Kalimantan.
“Pembangunan transmisi/jaringan penting karena dengan adanya transmisi tidak harus setiap daerah ada pembangkit listriknya, sehingga pembangkit listrik ini cukup kita kumpulkan di kota-kota tertentu saja seperti di pulau Jawa. Di Jogjakarta, Purwokerto, Magelang, Malang,” kata Nur Pamudji, pada rapat Percepatan Realisasi Pembangunan PLTU di Kubar, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Direktur Konstruksi PLN lantai 13 di Jakarta, Jumat (4/1).
Untuk program jangka penjang pembangunan transmisi PLN sangat memerlukan bantuan dan dukungan pemerintah daerah khususnya bupati dan gubernur. Supaya ketika PLN membangun transmisi diberikan fasilitas kemudahan terutama dalam masalah perizinan jika melewati hutan. “Kita perlu tanahnya cuma sedikit, pohon yang ada di sekitar tidak ditebang, karena menara itu jauh di atas/tinggi dari pohon, jadi jika lihat yang sudah ada transmisinya itu tinggi dari pohon jadi itu tidak akan mengganggu hutan,” katanya.
Tapi sekali lagi PLN perlu dukungan dari kepala daerah setempat. “Supaya begitu transmisi itu masuk Insya Allah listrik lebih tersedia, dan untuk Kalimantan kita bikin pembangkit-pembangkit listrik besar di pinggir laut,” kata Nur Pamudji.
Selanjutnya yang sangat kita harapkan bisa segera terealisasi yakni transmisi dari Bengkanai turun ke Muara Tewe. Kemudian dari Muara Teweke Buntok dan ke Kubar. “Targetnya sudah tersambung semua jaringannya tahun 2015. Dengan demikian daya listrik dari Bengkanai bisa masuklangsung ke Kubar. Kalau pun itu belum selesai kita bisa masuk PLTUdari Kalteng dengan kapasitas 2x100 MW. Jadi sebenarnya Kubar berada di tengah-tengah dua pembangkit besar. Jadi jaringan transmisi ini mesti kita bangun di Kubar.
Diakui dia, PLN sering mengalami permasalahan terkait masalah tanah dankompensasi tanah yang berada dibawah jaringan/transmisi. Untuk kompensasinya sudah disiapkan semua anggarannya. Untuk jaringan di Kubar semuanya akan diparalelkan, PLTU tetap kita bangun, dan jaringan juga sudah disiapkan. “Sehingga di Kubar nantinya listrik akan kuat sekali,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut Nur Pamudji menjelaskan, nanti sistem di Kalimantan mulai dari Kaltim. Namun saat ini masih terkendala sedikit di Bontang karena melewati hutan lindung. Karena jaringan dari Bontang terus menyambung ke Kalteng dan Kalsel. “Kalau nanti transmisi ke Kubar sudah nyambung semuanya sudah bergabung, sehinggapembangkit-pembangkit besar seperti di Bengkanai 4x7 MW, PLTU Kalteng2x100 MW, PLTU Ruan Pisau 2x6 MW, PLTU Asam2 4x6 MW, PLTU Kaltim2x100 MW, PLTG Bontang 2x50 MW, Tanjung Batu 2x50 MW. “Ini semua akan bergabung menjadi satu sistem jaringan, saling suntik baik dariTengah, Selatan maupun dari Timur,” terangnya.
Dia mengatakan, Kubar nanti akan menjadi daerah yang sangat aman, tapi itu akan terjadi pada 2014-2015. “Mohon kesabarannya, dan silakan komunikasikan terus dengan PLN pusat dan dengan teman-teman di daerah Kaltim,” sarannya.
Menjawab hal itu, Bupati Kubar Ismail Thomas, balik berharap kalaupun ada keterlambatan terkait jaringan yang terintegrasi, mesti ada informasi. Intinya 2014-2015 sudah tidak ada kekhawatiran lagi, terutama jaringan yang terinterigasi bisa masuk ke Kubar. “Atas nama pemerintah dan masyarakat Kubar berterima kasih atas atensi dan kerja keras dari jajaran PLN khususnya Dirut PLN,” katanya.
Dia berharap jaringan Kalteng, karena jaringan ini lewat perusahaan-perusahaan besar semua. Sehingga kita harapkan bisa ada subsidi silang. “Katakanlah dengan perusahaan membeli listrik dari PLN mereka bisa dua-tiga kali lipat bisa untung. Karena saya tahu persis kalau mereka bikin generator sendiri itu lebih mahal 300 persen dibanding kalau pakai listrik dari PLN,” katanya. Karena di sini ada PT Trubaindo Coal Mining, PT teguh Sinar Abadi, Firkaun Ketaun Perkasa, PT Gunungbayan Pratama Coal, kebun sawit dan pabrik CPO. Belum lagi puluhan perusahaan-perusahaan kecil yang akan dilewati dari jalur Bengkanai ini bahkan dari sebelah atas (Muara Tewe) itu pun perlu untuk kabupaten baru yakni Mahakam Ulu.
SUDAH SIAP
Rencana pembangunan PLTU Melak sudah termasuk dalam anggaran APBN, sekarang tinggal menunggu izin pembangunan multiyears dari Menteri Keuangan RI dan sudah di ajukan sejak tahun lalu sebagai syarat utama dalam pembangunan PLTU. “Jika sudah di tandatangani oleh Menteri Keuangan semua proses segera di laksanakan termasuk proses tender,” katanya. Sehingga diperkirakan pada 2013dari Januari-Juli untuk menentukan lokasi, dan Mei-Juni proses pengerjaan konstruksi sudah dimulai.
Dirut PLN Nur Pamudji, minggu depan pihak PLN diwakili General Manager (GM) UIP Kitring Kalimantan akan ke Kubar untuk meminta izin prinsip dan izin lokasi P2T kepada Pemkab Kubar. Untuk diketahui saat ini PLN sedang membangun PLTU Kaltim dengan daya 2 x 100 MW, di mana 30 persen dari total konstruksi sudah selesai dan diharapkan pada tahun 2014 PLTU sudah bisa beroperasi. PLN juga berencana membangun satu transmisi besar yang dimulai dari Samarinda ke Kota Bangun Kutai Kartanegara dan membangun jaringan dari Kota Bangun ke Kubar dengan jarak kurang lebih 160 kilometer.
Kemudian transmisi kedua yang direncanakan PLN berasal dari PLTGB Bangkanai dibangun jaringan hingga ke Kubar. Alternatif lainnya membangun jaringan dari PLTU Buntok hingga ke Kubar. Saat ini sudah dalam proses pencarian jalur terbaik. Jaringan transmisi Bangkanai menuju Kubar akan melalui Muara Teweh yang mana PLTGB Bangkanai sedang mengadakan lelang dengan kapasitas 4 x70 megawatt dengan total 280 megawatt. Dari Bangkanai turun ke Muara Teweh,Buntok, dan sampai di Kubar. Jarak antara Buntok ke Kubar kurang lebih 90 kilometer lebih dekat dari pada Kota Bangun ke Kubar yang berjarak160 kilo meter.
Selain itu, mendatang akan lebih banyak pembangunan PLTU dan PLTG di wilayah Kalimantan stu sistem akan saling terintegrasi dari tengah, selatan maupun timur. Dengan program PLN tersebut Kubar akan menjadi daerah yang aman listrik. Namun proses ini baru berjalan2012-2015. Dalam waktu dekat juga PLN akan meninjau
ulang jalan dari Buntok keKubar melalui perkampungan Intu Lingau Kecamatan Nyuatan agar pembangunan transmisi ke Kubar dapat segera terealisasi. Sedangkan jaringan ke Kota Bangun sudah penandatanganan kontrak pembangunantahun 2013, perencanaan pembangunan Kota Bangun ke Kubar bisa dilaksanakan pada tahun 2014 dengan anggaran Rp 400 miliar. Selanjutnya penambahan 20 trafo untuk Kubar sudah dianggarkan PLN melalui pendanaan APBN, listrik pedesaan. Yang lebih penting, sekali lagi dukungan dari pemerintah daerah untuk pembebasan lahan pembangunan jaringan dan lokasi penempatan taransmisi/kawat listrik sangat diharapkan untuk kelancaran dan percepatan pembangunan. (hms10/waz)
“Pembangunan transmisi/jaringan penting karena dengan adanya transmisi tidak harus setiap daerah ada pembangkit listriknya, sehingga pembangkit listrik ini cukup kita kumpulkan di kota-kota tertentu saja seperti di pulau Jawa. Di Jogjakarta, Purwokerto, Magelang, Malang,” kata Nur Pamudji, pada rapat Percepatan Realisasi Pembangunan PLTU di Kubar, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Direktur Konstruksi PLN lantai 13 di Jakarta, Jumat (4/1).
Untuk program jangka penjang pembangunan transmisi PLN sangat memerlukan bantuan dan dukungan pemerintah daerah khususnya bupati dan gubernur. Supaya ketika PLN membangun transmisi diberikan fasilitas kemudahan terutama dalam masalah perizinan jika melewati hutan. “Kita perlu tanahnya cuma sedikit, pohon yang ada di sekitar tidak ditebang, karena menara itu jauh di atas/tinggi dari pohon, jadi jika lihat yang sudah ada transmisinya itu tinggi dari pohon jadi itu tidak akan mengganggu hutan,” katanya.
Tapi sekali lagi PLN perlu dukungan dari kepala daerah setempat. “Supaya begitu transmisi itu masuk Insya Allah listrik lebih tersedia, dan untuk Kalimantan kita bikin pembangkit-pembangkit listrik besar di pinggir laut,” kata Nur Pamudji.
Selanjutnya yang sangat kita harapkan bisa segera terealisasi yakni transmisi dari Bengkanai turun ke Muara Tewe. Kemudian dari Muara Teweke Buntok dan ke Kubar. “Targetnya sudah tersambung semua jaringannya tahun 2015. Dengan demikian daya listrik dari Bengkanai bisa masuklangsung ke Kubar. Kalau pun itu belum selesai kita bisa masuk PLTUdari Kalteng dengan kapasitas 2x100 MW. Jadi sebenarnya Kubar berada di tengah-tengah dua pembangkit besar. Jadi jaringan transmisi ini mesti kita bangun di Kubar.
Diakui dia, PLN sering mengalami permasalahan terkait masalah tanah dankompensasi tanah yang berada dibawah jaringan/transmisi. Untuk kompensasinya sudah disiapkan semua anggarannya. Untuk jaringan di Kubar semuanya akan diparalelkan, PLTU tetap kita bangun, dan jaringan juga sudah disiapkan. “Sehingga di Kubar nantinya listrik akan kuat sekali,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut Nur Pamudji menjelaskan, nanti sistem di Kalimantan mulai dari Kaltim. Namun saat ini masih terkendala sedikit di Bontang karena melewati hutan lindung. Karena jaringan dari Bontang terus menyambung ke Kalteng dan Kalsel. “Kalau nanti transmisi ke Kubar sudah nyambung semuanya sudah bergabung, sehinggapembangkit-pembangkit besar seperti di Bengkanai 4x7 MW, PLTU Kalteng2x100 MW, PLTU Ruan Pisau 2x6 MW, PLTU Asam2 4x6 MW, PLTU Kaltim2x100 MW, PLTG Bontang 2x50 MW, Tanjung Batu 2x50 MW. “Ini semua akan bergabung menjadi satu sistem jaringan, saling suntik baik dariTengah, Selatan maupun dari Timur,” terangnya.
Dia mengatakan, Kubar nanti akan menjadi daerah yang sangat aman, tapi itu akan terjadi pada 2014-2015. “Mohon kesabarannya, dan silakan komunikasikan terus dengan PLN pusat dan dengan teman-teman di daerah Kaltim,” sarannya.
Menjawab hal itu, Bupati Kubar Ismail Thomas, balik berharap kalaupun ada keterlambatan terkait jaringan yang terintegrasi, mesti ada informasi. Intinya 2014-2015 sudah tidak ada kekhawatiran lagi, terutama jaringan yang terinterigasi bisa masuk ke Kubar. “Atas nama pemerintah dan masyarakat Kubar berterima kasih atas atensi dan kerja keras dari jajaran PLN khususnya Dirut PLN,” katanya.
Dia berharap jaringan Kalteng, karena jaringan ini lewat perusahaan-perusahaan besar semua. Sehingga kita harapkan bisa ada subsidi silang. “Katakanlah dengan perusahaan membeli listrik dari PLN mereka bisa dua-tiga kali lipat bisa untung. Karena saya tahu persis kalau mereka bikin generator sendiri itu lebih mahal 300 persen dibanding kalau pakai listrik dari PLN,” katanya. Karena di sini ada PT Trubaindo Coal Mining, PT teguh Sinar Abadi, Firkaun Ketaun Perkasa, PT Gunungbayan Pratama Coal, kebun sawit dan pabrik CPO. Belum lagi puluhan perusahaan-perusahaan kecil yang akan dilewati dari jalur Bengkanai ini bahkan dari sebelah atas (Muara Tewe) itu pun perlu untuk kabupaten baru yakni Mahakam Ulu.
SUDAH SIAP
Rencana pembangunan PLTU Melak sudah termasuk dalam anggaran APBN, sekarang tinggal menunggu izin pembangunan multiyears dari Menteri Keuangan RI dan sudah di ajukan sejak tahun lalu sebagai syarat utama dalam pembangunan PLTU. “Jika sudah di tandatangani oleh Menteri Keuangan semua proses segera di laksanakan termasuk proses tender,” katanya. Sehingga diperkirakan pada 2013dari Januari-Juli untuk menentukan lokasi, dan Mei-Juni proses pengerjaan konstruksi sudah dimulai.
Dirut PLN Nur Pamudji, minggu depan pihak PLN diwakili General Manager (GM) UIP Kitring Kalimantan akan ke Kubar untuk meminta izin prinsip dan izin lokasi P2T kepada Pemkab Kubar. Untuk diketahui saat ini PLN sedang membangun PLTU Kaltim dengan daya 2 x 100 MW, di mana 30 persen dari total konstruksi sudah selesai dan diharapkan pada tahun 2014 PLTU sudah bisa beroperasi. PLN juga berencana membangun satu transmisi besar yang dimulai dari Samarinda ke Kota Bangun Kutai Kartanegara dan membangun jaringan dari Kota Bangun ke Kubar dengan jarak kurang lebih 160 kilometer.
Kemudian transmisi kedua yang direncanakan PLN berasal dari PLTGB Bangkanai dibangun jaringan hingga ke Kubar. Alternatif lainnya membangun jaringan dari PLTU Buntok hingga ke Kubar. Saat ini sudah dalam proses pencarian jalur terbaik. Jaringan transmisi Bangkanai menuju Kubar akan melalui Muara Teweh yang mana PLTGB Bangkanai sedang mengadakan lelang dengan kapasitas 4 x70 megawatt dengan total 280 megawatt. Dari Bangkanai turun ke Muara Teweh,Buntok, dan sampai di Kubar. Jarak antara Buntok ke Kubar kurang lebih 90 kilometer lebih dekat dari pada Kota Bangun ke Kubar yang berjarak160 kilo meter.
Selain itu, mendatang akan lebih banyak pembangunan PLTU dan PLTG di wilayah Kalimantan stu sistem akan saling terintegrasi dari tengah, selatan maupun timur. Dengan program PLN tersebut Kubar akan menjadi daerah yang aman listrik. Namun proses ini baru berjalan2012-2015. Dalam waktu dekat juga PLN akan meninjau
ulang jalan dari Buntok keKubar melalui perkampungan Intu Lingau Kecamatan Nyuatan agar pembangunan transmisi ke Kubar dapat segera terealisasi. Sedangkan jaringan ke Kota Bangun sudah penandatanganan kontrak pembangunantahun 2013, perencanaan pembangunan Kota Bangun ke Kubar bisa dilaksanakan pada tahun 2014 dengan anggaran Rp 400 miliar. Selanjutnya penambahan 20 trafo untuk Kubar sudah dianggarkan PLN melalui pendanaan APBN, listrik pedesaan. Yang lebih penting, sekali lagi dukungan dari pemerintah daerah untuk pembebasan lahan pembangunan jaringan dan lokasi penempatan taransmisi/kawat listrik sangat diharapkan untuk kelancaran dan percepatan pembangunan. (hms10/waz)
Bupati Temui Dirut PLN di Jakarta,Perlu 54 Ribu Sambungan Baru
ATASI KRISIS LISTRIK: Ismail Thomas
(ketiga kanan) saat rapat percepatan pembangunan listrik di Kubar,
bersama Dirut PLN Nur Pamudji (kedua kiri) bersama jajarannya.
SENDAWAR - Sejak berdirinya kabupaten, Kubar masuk
daerah krisis listrik. Hal tersebut diungkapkan Bupati Ismail Thomas,
pada rapat dengan manajemen PLN di Ruang Rapat Direktur Konstruksi PLN
lantai 13 Jakarta, Jumat (4/1).
Rapat dipimpin Direktur Utama (Dirut) PLN Nur Pamudji, membahas Percepatan Realisasi Pembangunan PLTU di Kubar. Rapat ini pun sekaligus menindaklanjuti surat Pemkab Kubar tertanggal 28 Desember 2012. Isinya tentang percepatan realisasi pembangunan PLTU dan jaringan listrik di Kubar.
Percepatan pembangunan PLTU di Kubar, kata Bupati Ismail Thomas yang hadir menyertakan Sekretaris Kabupaten Aminuddin, dan Asisten I Sekretariat Kabupaten Kubar Edyanto Arkan menyatakan, sangat penting.
Sehingga dengan rapat ini bupati, ketua dan wakil ketua DPRD Kubar akan mengevaluasi janji PLN di awal tahun 2014, menemui Dirut PLN. Karena saat ini masih ada 7.900 kepala keluarga (KK) atau sekitar 20 persen dari populasi masyarakat di Kubar yang belum mendapat sambungan aliran listrik sejak 2001. “Kalau seluruh Kubar, masih 75 persen masyarakat yang belum merasakan listrik dari PLN,” bebernya. Dari 75 persen masyarakat Kubar yang belum tersambung listrik, belum termasuk pembangunan delapan kantor pemerintahanyang baru. Kemudian pembangunan 9 pelabuhan khusus batubara, pelabuhan khusus CPO yang semuanya memerlukan listrik. Di mana pembangunannya sudah mulai dilakukan saat ini. Belum lagi kebutuhan listrik untuk hotel, restoran, industri, perbankan, pariwisata, industri kecil dan menengah dan lain-lain. “Semua tentu sangat mengharapkan dukungan energi listrik,” katanya.
Paling tidak 2013-2014 Kubar membutuhkan listrik dengan kapasitas 27 megawatt (MW). “Waktu saya masih menjadi wakil bupati Kubar, saya ada kasih hibah bantuan generator tahun 2003/2004,” ungkapnya.
Kemudian setelah itu melalui Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batu Bara (PLTGB) di Royoq Kampung Sekolaq Oday Kecamatan Sekolaq Darat yang dibangun PT Cipta Daya Nusantara (CDN) sudah terbangun 2x3 MW.
Dalam pembangunan PLTGB Pemkab membantu lokasi atau lahan PLTGB dan jalan ke Power Plant CDN. Kemudian membantu bahan bakar berupa batu bara melalui CSR PT Banpu/Trubindo Coal Mining dan PT Gunungbayan Pratamacoal. Untuk lahannya seluas 14,3 hektare di tepi Sungai Mahakam dengan lokasi di samping pelabuhan. Kemudian akses jalan protokol masih termasuk dalam wilayah ibu kota dengan jarak kurang lebih 17 kilometer dari pusat kota dari segi transportasi batubara, keperluan air dan keperluan pembangkit lokasi ini sudah sangat memadai dengan kapasitas 2x7 MW dan pembangunannya akan berdekatan dengan PLTGB.
Untuk diketahui dari 7.900 KK yang belum terpasang listrik itu, jelas dia, baru pemukiman yang berada sekitar ibu kota kabupaten. Belum lagi di kecamatan-kecamatan. Itu semua dikarenakan kekurangan trafo dan kurangnya jaringan. Apa lagi sekarang mulai ada jalan baru di tiga kecamatan. Itu semua tentunya banyak sekali kekurangan listrik. Seperti Kecamatan Long Iram ada 12 ribu KK yang memerlukan sambungan listrik. Siluq Ngurai 10 ribu, Muara Pahu 15 ribu, dan Mook Manaar Bulatn 8 ribu, dengan total keseluruhan diperkiraan di Kubar mencapai 45 ribu sambungan baru.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, hambatan pemasangan ke masyarakatdiakibatkan PLN kekurangan 5 trafo. Pemkab Kubar langsung memesan tambah 10 trafo, itu semua komitmen dan keseriusan Pemkab yang betul-betul ingin memaksimal listrik di Kubar. Kita sangat menyadari untuk pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan pembangunan, pertumbuhan investasi sangat tergantung pada energi listrik. Jadi secara global itulah tujuan kedatangan Pemkab Kubar untuk bertemudirut PLN. Tujuannya, untuk segera menyelesaikan krisis listrik denganharapan dapat mempercepatan pembangunan PLTU di Kubar dan pemenuhan listrik untuk jangka pendek.
Bupati menyebutkan, kedatangan ke kantor PLN Jakarta, tentu juga mempertanyakan proyek yang sudah ada Perpres yang menyebutkan, pada 2014 sudah bisa beroperasi 2 x 7 MW. “Kalau kami menghitung-hitung bahwa sisa waktu 270 hari efektif kerja. Karena kalau kita hitung mulai dari awal tahun ada 364 hari,” katanya.
Potong hari minggu, potong hari raya paling 270 hari efektif untuk bekerja. “Artinya bagaimana bisa mengefektifkan waktu 270 hari ini,” ucapnya.
Sehingga Pemkab siap membantu dan mendukung proses percepatan sesuai aturan/legal. “Jika lokasi yang sudah ada penunjukkan dan sudah ditandatangan. Kalau menurut aturannya boleh kasih gratis, kita gratiskan, tidak ada masalah bagi pemkab demi percepatan pembangunan energi listrik, dengan harapan keperluan-keperluan mendasar bisa selesai sesuai jadwal,” terang Bupati.
Ia menambahkan, ketika rapat APBD dirinya pertanyakan apa hambatan PLN kenapa sambungan-sambungan ke masyarakat belum tersambung. Sementara Asisten I Setkab Kubar sudah melaporkan salah satu masalah bahwa PLN kekurangan 5 trafo. Dengan kondisi tersebut Pemkab langsung menambah 10 trafo. Artinya Pemkab betul-betul ingin PLN maksimal. “Kami sangat menyadari untuk pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan pembangunan, pertumbuhan investasi sangat tergantung pada energi listrik ini. Apa yang kita bisa back up untuk Percepatan Pembangunan di Kubar di bidang energi,” katanya.
Selama ini Pemkab Kubar bersama PLN Provinsi dan PLN Kabupaten sudahberusaha semaksimal mungkin untuk bersama-sama memperbaiki kondisi kekurangan listrik. Saat ini Kubar membutuhkan jaringan listrik minimal 3 MW dengan perhitungan 3x9 MW untuk mendukung kelancaran operasional. Komitmen Pemerintah dalam bekerjasama dengan pihak swasta dengan terbangunnya PLTGB oleh PT CDN yang sudah bisa memproduksi 3,3 MW dengan total 8 MW yang selama ini mendukung listrik di Kubar. Hadir dalam rapat tersebut Kepala Bappeda Kubar Finsen Allotodang, Kabag Hukum Jannes Hutajulu, dan jajaran PLN. (hms10/waz) copy-Kaltimpost.08Januari.2013
Rapat dipimpin Direktur Utama (Dirut) PLN Nur Pamudji, membahas Percepatan Realisasi Pembangunan PLTU di Kubar. Rapat ini pun sekaligus menindaklanjuti surat Pemkab Kubar tertanggal 28 Desember 2012. Isinya tentang percepatan realisasi pembangunan PLTU dan jaringan listrik di Kubar.
Percepatan pembangunan PLTU di Kubar, kata Bupati Ismail Thomas yang hadir menyertakan Sekretaris Kabupaten Aminuddin, dan Asisten I Sekretariat Kabupaten Kubar Edyanto Arkan menyatakan, sangat penting.
Sehingga dengan rapat ini bupati, ketua dan wakil ketua DPRD Kubar akan mengevaluasi janji PLN di awal tahun 2014, menemui Dirut PLN. Karena saat ini masih ada 7.900 kepala keluarga (KK) atau sekitar 20 persen dari populasi masyarakat di Kubar yang belum mendapat sambungan aliran listrik sejak 2001. “Kalau seluruh Kubar, masih 75 persen masyarakat yang belum merasakan listrik dari PLN,” bebernya. Dari 75 persen masyarakat Kubar yang belum tersambung listrik, belum termasuk pembangunan delapan kantor pemerintahanyang baru. Kemudian pembangunan 9 pelabuhan khusus batubara, pelabuhan khusus CPO yang semuanya memerlukan listrik. Di mana pembangunannya sudah mulai dilakukan saat ini. Belum lagi kebutuhan listrik untuk hotel, restoran, industri, perbankan, pariwisata, industri kecil dan menengah dan lain-lain. “Semua tentu sangat mengharapkan dukungan energi listrik,” katanya.
Paling tidak 2013-2014 Kubar membutuhkan listrik dengan kapasitas 27 megawatt (MW). “Waktu saya masih menjadi wakil bupati Kubar, saya ada kasih hibah bantuan generator tahun 2003/2004,” ungkapnya.
Kemudian setelah itu melalui Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batu Bara (PLTGB) di Royoq Kampung Sekolaq Oday Kecamatan Sekolaq Darat yang dibangun PT Cipta Daya Nusantara (CDN) sudah terbangun 2x3 MW.
Dalam pembangunan PLTGB Pemkab membantu lokasi atau lahan PLTGB dan jalan ke Power Plant CDN. Kemudian membantu bahan bakar berupa batu bara melalui CSR PT Banpu/Trubindo Coal Mining dan PT Gunungbayan Pratamacoal. Untuk lahannya seluas 14,3 hektare di tepi Sungai Mahakam dengan lokasi di samping pelabuhan. Kemudian akses jalan protokol masih termasuk dalam wilayah ibu kota dengan jarak kurang lebih 17 kilometer dari pusat kota dari segi transportasi batubara, keperluan air dan keperluan pembangkit lokasi ini sudah sangat memadai dengan kapasitas 2x7 MW dan pembangunannya akan berdekatan dengan PLTGB.
Untuk diketahui dari 7.900 KK yang belum terpasang listrik itu, jelas dia, baru pemukiman yang berada sekitar ibu kota kabupaten. Belum lagi di kecamatan-kecamatan. Itu semua dikarenakan kekurangan trafo dan kurangnya jaringan. Apa lagi sekarang mulai ada jalan baru di tiga kecamatan. Itu semua tentunya banyak sekali kekurangan listrik. Seperti Kecamatan Long Iram ada 12 ribu KK yang memerlukan sambungan listrik. Siluq Ngurai 10 ribu, Muara Pahu 15 ribu, dan Mook Manaar Bulatn 8 ribu, dengan total keseluruhan diperkiraan di Kubar mencapai 45 ribu sambungan baru.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, hambatan pemasangan ke masyarakatdiakibatkan PLN kekurangan 5 trafo. Pemkab Kubar langsung memesan tambah 10 trafo, itu semua komitmen dan keseriusan Pemkab yang betul-betul ingin memaksimal listrik di Kubar. Kita sangat menyadari untuk pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan pembangunan, pertumbuhan investasi sangat tergantung pada energi listrik. Jadi secara global itulah tujuan kedatangan Pemkab Kubar untuk bertemudirut PLN. Tujuannya, untuk segera menyelesaikan krisis listrik denganharapan dapat mempercepatan pembangunan PLTU di Kubar dan pemenuhan listrik untuk jangka pendek.
Bupati menyebutkan, kedatangan ke kantor PLN Jakarta, tentu juga mempertanyakan proyek yang sudah ada Perpres yang menyebutkan, pada 2014 sudah bisa beroperasi 2 x 7 MW. “Kalau kami menghitung-hitung bahwa sisa waktu 270 hari efektif kerja. Karena kalau kita hitung mulai dari awal tahun ada 364 hari,” katanya.
Potong hari minggu, potong hari raya paling 270 hari efektif untuk bekerja. “Artinya bagaimana bisa mengefektifkan waktu 270 hari ini,” ucapnya.
Sehingga Pemkab siap membantu dan mendukung proses percepatan sesuai aturan/legal. “Jika lokasi yang sudah ada penunjukkan dan sudah ditandatangan. Kalau menurut aturannya boleh kasih gratis, kita gratiskan, tidak ada masalah bagi pemkab demi percepatan pembangunan energi listrik, dengan harapan keperluan-keperluan mendasar bisa selesai sesuai jadwal,” terang Bupati.
Ia menambahkan, ketika rapat APBD dirinya pertanyakan apa hambatan PLN kenapa sambungan-sambungan ke masyarakat belum tersambung. Sementara Asisten I Setkab Kubar sudah melaporkan salah satu masalah bahwa PLN kekurangan 5 trafo. Dengan kondisi tersebut Pemkab langsung menambah 10 trafo. Artinya Pemkab betul-betul ingin PLN maksimal. “Kami sangat menyadari untuk pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan pembangunan, pertumbuhan investasi sangat tergantung pada energi listrik ini. Apa yang kita bisa back up untuk Percepatan Pembangunan di Kubar di bidang energi,” katanya.
Selama ini Pemkab Kubar bersama PLN Provinsi dan PLN Kabupaten sudahberusaha semaksimal mungkin untuk bersama-sama memperbaiki kondisi kekurangan listrik. Saat ini Kubar membutuhkan jaringan listrik minimal 3 MW dengan perhitungan 3x9 MW untuk mendukung kelancaran operasional. Komitmen Pemerintah dalam bekerjasama dengan pihak swasta dengan terbangunnya PLTGB oleh PT CDN yang sudah bisa memproduksi 3,3 MW dengan total 8 MW yang selama ini mendukung listrik di Kubar. Hadir dalam rapat tersebut Kepala Bappeda Kubar Finsen Allotodang, Kabag Hukum Jannes Hutajulu, dan jajaran PLN. (hms10/waz) copy-Kaltimpost.08Januari.2013
Rabu, 28 Desember 2011
Jadikan Memomentum Hindari Permusuhan
Perayaan Natal dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai momentum untuk
menjaga kerukunan dan menghindari permusuhan. Hal ini dikatakan Ketua
DPRD Kubar FX Yapan, ketika memberikan sambutan pada perayaan Natal
bersama antar perusahaan dengan masyarakat Kampung Besiq dan Bermai,
Kecamatan Damai di lapangan SD 014 Besiq, Senin (26/12) malam.
Perayaan Natal bersama ini, harap FX Yapan, supaya diselenggarakan minimal 2 tahun sekali. Karena banyak manfaat jika perayaan Natal ini dilakukan bersama antara perusahaan dan masyarakat.
Tema Natal kali ini adalah “Firman menjadi manusia,” (Yohanes 1:14). Pembicara Pdt Yanvantius Tulai dan disemarakkan artis rohani ibu kota antara lain Mawar Simorangkir dan Mozart Daniel Silalahi. Dihibur juga tarian daerah dari Grup Tari Bawe Ape.
Bupati Kubar Ismail Thomas dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Sekkab Kubar, Abed Nego mengatakan, dalam era transformasi atau pertumbuhan saat ini masyarakat menuju dunia globalisasi meliputi ilmu pengetahuan, teknologi, pertumbuhan dan perkembangan peradaban manusia modern. “Pengaruh dunia sangat dominan mempengaruhi manusia,” kata bupati.
Ditambahkannya, gereja dan jemaat harus memiliki sikap balancing atau keseimbangan menghadapi pertumbuhan tersebut melalui sikap konstruktif atau selalu ingin maju dan membuka diri terhadap perubahan, mentalitas yang baik dengan mendukung bagi upaya kemajuan umat manusia. Ditambahkan Abed Nego, apresiasi perusahaan dengan berbagi kasih dengan masyarakat ini patut dijadikan contoh.
Ketua Panitia Perayaan Darwin Sitompul mengatakan, total dana yang terkumpul dari sumbangan sebesar Rp 220,5 juta. Perusahaan yang mendukung kegiatan ini antara lain PT Trubaindo Cool Mining, PT Bharinto Ekatama, PT Ketapang Hijau Lestari, PT Rimba Karya Raya Tama, PT Kruing Lestari Jaya, PT Pama Persada, PT Teguh Sinar Abadi, PT Timber Abadi, PT Manoor Bulant Lesrai, PT Gunung Bara Utama, dan dana pribadi dari Alexander Edmond.
Berikut bantuan lainnya dari Ketua DPRD Kubar, PT RRL, dan HKL. Hadir, Petinggi Besiq Rodi, Petinggi Bermai Gamus, Muspikab Damai, dan perwakilan dari perusahaan.
Perayaan Natal bersama ini, harap FX Yapan, supaya diselenggarakan minimal 2 tahun sekali. Karena banyak manfaat jika perayaan Natal ini dilakukan bersama antara perusahaan dan masyarakat.
Tema Natal kali ini adalah “Firman menjadi manusia,” (Yohanes 1:14). Pembicara Pdt Yanvantius Tulai dan disemarakkan artis rohani ibu kota antara lain Mawar Simorangkir dan Mozart Daniel Silalahi. Dihibur juga tarian daerah dari Grup Tari Bawe Ape.
Bupati Kubar Ismail Thomas dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Sekkab Kubar, Abed Nego mengatakan, dalam era transformasi atau pertumbuhan saat ini masyarakat menuju dunia globalisasi meliputi ilmu pengetahuan, teknologi, pertumbuhan dan perkembangan peradaban manusia modern. “Pengaruh dunia sangat dominan mempengaruhi manusia,” kata bupati.
Ditambahkannya, gereja dan jemaat harus memiliki sikap balancing atau keseimbangan menghadapi pertumbuhan tersebut melalui sikap konstruktif atau selalu ingin maju dan membuka diri terhadap perubahan, mentalitas yang baik dengan mendukung bagi upaya kemajuan umat manusia. Ditambahkan Abed Nego, apresiasi perusahaan dengan berbagi kasih dengan masyarakat ini patut dijadikan contoh.
Ketua Panitia Perayaan Darwin Sitompul mengatakan, total dana yang terkumpul dari sumbangan sebesar Rp 220,5 juta. Perusahaan yang mendukung kegiatan ini antara lain PT Trubaindo Cool Mining, PT Bharinto Ekatama, PT Ketapang Hijau Lestari, PT Rimba Karya Raya Tama, PT Kruing Lestari Jaya, PT Pama Persada, PT Teguh Sinar Abadi, PT Timber Abadi, PT Manoor Bulant Lesrai, PT Gunung Bara Utama, dan dana pribadi dari Alexander Edmond.
Berikut bantuan lainnya dari Ketua DPRD Kubar, PT RRL, dan HKL. Hadir, Petinggi Besiq Rodi, Petinggi Bermai Gamus, Muspikab Damai, dan perwakilan dari perusahaan.
Kaum Perempuan Belum Optimal...Berperan di Pemerintahan dan Pembangunan
TINGKATKAN
KEMANDIRIAN: Bupati Ismail Thomas (kanan) memberikan upacan selamat
kepada kaum perempuan yang memeringati Hari Ibu ke-83.
SENDAWAR - Peran serta kaum perempuan dalam proses
perjuangan dan pembangunan diharapkan mampu memberikan sumbangsihnya
bagi Kubar. Karena keterlibatan kaum perempuan belum optimal, tentu hal
tersebut bukanlah suatu kesengajaan. Hal ini diungkapkan Bupati Kubar
Ismail Thomas, saat memberikan tanggapan berkaitan Hari Ibu ke-83 tahun
2011, belum lama ini.
Menurut dia, kaum perempuan mempunyai peluang dan kesempatan yang sama di dalam pembangunan di kabupaten, baik untuk duduk di pemerintahan maupun di dalam dunia usaha. “Tinggal sejauh mana minat dan tekad kaum perempuan untuk mengambil bagian dalam setiap aktivitas pembangunan di Kubar,” kata Ismail.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kubar, Lucia Mayo Thomas mengatakan, upaya peningkatan peran dan partisipasi perempuan di bidang ekonomi dalam rangka mewujudkan kesetaraan gender perlu dilihat menjadi satu hal yang sangat strategis di dalam memperkuat ketahanan keluarga. Semangat untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa katanya, merupakan lanjutan cita-cita kaum perempuan.
Untuk menjadi ibu bangsa yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang saling menghormati berbagai peran antar laki-laki dan perempuan. Selain itu, berpartisipasi aktif dalam membangun bangsa dan negara.
Dikatakannya, perempuan juga perlu dilihat sebagai aset pembangunan yang potensial, agar potensi yang ada pada diri perempuan didorong untuk mengisi kemerdekaan membangun hari depan yang lebih baik lagi.
Melalui Hari Ibu diharapkan, mendukung kemitraan perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan ekonomi rumah tangga menuju kesejahteraan bangsa. Selain itu, mendorong terwujudnya keadilan dan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kemudian meningkatkan kemitraan perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan ekonomi rumah tangga menuju kesejahteraan bangsa.
Menurut dia, kaum perempuan mempunyai peluang dan kesempatan yang sama di dalam pembangunan di kabupaten, baik untuk duduk di pemerintahan maupun di dalam dunia usaha. “Tinggal sejauh mana minat dan tekad kaum perempuan untuk mengambil bagian dalam setiap aktivitas pembangunan di Kubar,” kata Ismail.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kubar, Lucia Mayo Thomas mengatakan, upaya peningkatan peran dan partisipasi perempuan di bidang ekonomi dalam rangka mewujudkan kesetaraan gender perlu dilihat menjadi satu hal yang sangat strategis di dalam memperkuat ketahanan keluarga. Semangat untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa katanya, merupakan lanjutan cita-cita kaum perempuan.
Untuk menjadi ibu bangsa yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang saling menghormati berbagai peran antar laki-laki dan perempuan. Selain itu, berpartisipasi aktif dalam membangun bangsa dan negara.
Dikatakannya, perempuan juga perlu dilihat sebagai aset pembangunan yang potensial, agar potensi yang ada pada diri perempuan didorong untuk mengisi kemerdekaan membangun hari depan yang lebih baik lagi.
Melalui Hari Ibu diharapkan, mendukung kemitraan perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan ekonomi rumah tangga menuju kesejahteraan bangsa. Selain itu, mendorong terwujudnya keadilan dan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kemudian meningkatkan kemitraan perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan ekonomi rumah tangga menuju kesejahteraan bangsa.
Belajar Jadi Tidak Serius TP PKK Prihatin, Pelajar Bawa HP ke Kelas
Mudahnya pelajar memiliki handphone (HP) yang kerap mengabaikan
pendidikan di sekolah menjadikan keprihatinan Tim Penggerak Pemberdayaan
Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kubar. Menurut Ketua TP PKK, Lucia Mayo
Thomas, karena pelajar bawa HP ke kelas bisa tidak konsentrasi dengan
pelajaran.
“Guru menerangkan materi pelajaran, sementara pelajarnya malah asik bermain HP, akhirnya belajar tidak serius,” kata Lucia Mayo Thomas, ketika menyampaikan penyuluhan terpadu kepada Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) di Paroki Santo Yohanes Penginjil Linggang Melapeh, Kecamatan Linggang Bigung, beberapa waktu lalu.
Dia menyarankan, agar para orangtua tegas terhadap anak-anak, dan ada rambu-rambunya. “Jika mereka harus sekolah maka harus sekolah dan betul-betul turun sekolah. Jika anak-anak pergi harus izin,” harapnya.
Sebagai orangtua harus tahu teman anak-anaknya dan bisa memperhatikan kelakuan. “Keras terhadap anak juga tidak apa-apa, jika untuk kebaikan,” pungkas Lucia Mayo Thomas.
Pentingnya pendidikan ini, menurut dia, agar anak-anak yang menempuh pendidikan 12 tahun harus tuntas. Bila perlu harus ke perguruan tinggi lagi. Karena harus memanfaatkan peluang dari Pemkab Kubar yang memberikan pendidikan 12 tahun gratis dan beasiswa.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kubar Ayonius mengatakan, mendukung agar di sekolah bisa menerapkan larangan membawa HP. Hanya saja, sebelum aturan itu diterapkan agar pihak sekolah lebih dulu menyosialisasikan kepada orangtuanya dan komite sekolah. Kemudian, dilakukan kesepakatan. “Sekarang sekolah sudah punyak hak otonomi sekolah, sehingga bisa diterapkan sendiri,” pungkas Ayonius.
Sementara itu, SMP 1 Sendawar Kecamatan Barong Tongkok dan SMP 2 Kecamatan Melak sudah menerapkan, larangan anak didiknya membawa HP ke sekolah. Larangan ini sudah menjadi kesepakatan antara pihak sekolah, komite sekolah, dan orang tua anak didik.
“Guru menerangkan materi pelajaran, sementara pelajarnya malah asik bermain HP, akhirnya belajar tidak serius,” kata Lucia Mayo Thomas, ketika menyampaikan penyuluhan terpadu kepada Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) di Paroki Santo Yohanes Penginjil Linggang Melapeh, Kecamatan Linggang Bigung, beberapa waktu lalu.
Dia menyarankan, agar para orangtua tegas terhadap anak-anak, dan ada rambu-rambunya. “Jika mereka harus sekolah maka harus sekolah dan betul-betul turun sekolah. Jika anak-anak pergi harus izin,” harapnya.
Sebagai orangtua harus tahu teman anak-anaknya dan bisa memperhatikan kelakuan. “Keras terhadap anak juga tidak apa-apa, jika untuk kebaikan,” pungkas Lucia Mayo Thomas.
Pentingnya pendidikan ini, menurut dia, agar anak-anak yang menempuh pendidikan 12 tahun harus tuntas. Bila perlu harus ke perguruan tinggi lagi. Karena harus memanfaatkan peluang dari Pemkab Kubar yang memberikan pendidikan 12 tahun gratis dan beasiswa.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kubar Ayonius mengatakan, mendukung agar di sekolah bisa menerapkan larangan membawa HP. Hanya saja, sebelum aturan itu diterapkan agar pihak sekolah lebih dulu menyosialisasikan kepada orangtuanya dan komite sekolah. Kemudian, dilakukan kesepakatan. “Sekarang sekolah sudah punyak hak otonomi sekolah, sehingga bisa diterapkan sendiri,” pungkas Ayonius.
Sementara itu, SMP 1 Sendawar Kecamatan Barong Tongkok dan SMP 2 Kecamatan Melak sudah menerapkan, larangan anak didiknya membawa HP ke sekolah. Larangan ini sudah menjadi kesepakatan antara pihak sekolah, komite sekolah, dan orang tua anak didik.
Waktu, Kesadaran, dan Pilih Hidup
MENGAPA sebagian besar orang bersuka cita bahkan merayakan pergantian tahun? Mengapa orang-orang saling mengucapkan “Selamat Tahun Baru”? Jawabannya dimulai dari dalam diri setiap orang. Pada saat pergantian tahun, tentu ada rasa gembira. Kita merasa bergembira karena kita masih hidup sampai dengan waktu pergantian tahun. Kita masih diperkenankan oleh Sang Pemberi Hidup untuk memasuki embrio waktu tahun yang baru. Itu berarti masih ada harapan. Kenyataan eksistensial semacam inilah yang menyebabkan orang bergembira pada pergantian tahun.
Ketika detik-detik pergantian tahun telah lewat, maka orang mulai memikirkan segala sesuatu ke depan, ke tahun yang baru tiba. Apa yang terjadi di depan sana, kita tidak tahu secara pasti. Kita hanya bisa meraba-raba Karena itulah, lantas rasa gembira dan sukacita tadi mulai bercampur dengan rasa was-was! Sebab itu kita saling peluk-memeluk, rangkul-merangkul, cium-mencium, saling mendoakan, dan berjabat tangan yang diiringi dengan ucapan “Selamat Tahun Baru”. Perilaku semacam ini bermakna sebagai saling berharap dan berdoa, moga-moga jalan hidup kita senantiasa menuju ke arah kehidupan yang berbahagia di sepanjang tahun yang baru.
Dengan permenungan tentang makna ucapan “Selamat Tahun Baru” semacam ini, sebenarnya kita hanya mau menghubungkan manusia dengan waktu, bahwa manusia itu sadar akan waktu. Manusia itu harus bermain dengan waktu, bukannya dipermainkan oleh waktu. Dengan begitu, maka kita justeru sudah menyentuh pertanyaan tentang makna hidup manusia sebagai manusia. Karena itu, permenungan semacam ini akhirnya bernada filsafati, artinya kita mesti bersentuhan dengan soal fundamental mengenai makna dan nilai hidup kemanusiaan kita dalam ruang dan waktu.
Makna dan nilai hidup kemanusiaan kita adalah persoalan kehausan atau kerinduan atau harapan kita sebagai manusia akan hidup yang bahagia. Binatang tidak memiliki kerinduan eksistensial semacam ini. Lalu apakah bahagia itu? Bahagia kita itu haruslah sesuai dengan kodrat rohani kemanusiaan kita. Bahwa bahagia kita itu hanya tercapai dalam persatuan kita dengan Tuhan. Bahwa persatuan kita dengan Tuhan ini harus sudah dicapai (pada prinsipnya) dalam hidup kita sejak di dunia ini. Bahwa segala barang duniawi kita dan hubungan kita dengan barang-barang kita itu pun akan ada makna dan nilainya jika kita tempatkan dalam kerangka ideal cita-cita kita yang pokok itu tadi, yakni hubungan cinta kasih dengan Tuhan dan sesama.
Berdasarkan uraian tersebut, maka memang ada alasan yang mendasar bagi kita untuk saling memberikan ucapan “Selamat Tahun Baru”. Bahkan kalangan tertentu malahan merayakan pergantian tahun dan tahun baru ini secara meriah. Yang lain lagi melaksanakan ibadat keagamaan khusus untuk pergantian tahun dan tahun baru. Mengapa? Karena di satu sisi setiap orang haus akan hidup yang bahagia, namun di sisi lain terpendam pula rasa was-was dalam diri setiap orang akan perjalanan hidupnya di sepanjang tahun yang baru. Bagi saya, yang terpenting adalah doa pribadi dan doa keluarga di saat pergantian tahun semacam ini.
Di tapal batas tahun yang lama dan tahun yang baru menjelang jam nol-nol, ada gunanya kita mengevaluasikan perjalanan hidup dan karya kita setahun yang lalu secara jujur, baik secara subjektif maupun objektif. Betolak dari evaluasi diri itu, kita mematok sasaran-sasaran hidup dan karya kita. Sasaran itu mencakup yang ideal dan yang realistis. Sasaran hidup yang hendak kita capai di tahun 2012. Sasaran-sasaran yang ideal diperlukan untuk mempertahankan motivasi idealisme kita, agar tetap hidup dan memberi semangat kerja keras kita di sepanjang tahun 2012. Sasaran-sasaran yang realistis juga perlu, mengingat banyak hal yang bisa menggagalkan sasaran-sasaran yang ideal tadi untuk terwujud secara maksimal.
David K. Hatch (2011) mengatakan bahwa orang yang mencari makna kehidupan adalah mereka yang telah membentuk pikirannya dan tindakannya untuk sebuah tujuan yang membuat hidup mereka paling bermakna.
Menurut tradisi China, tahun 2012 adalah tahun naga air. Untuk hal ini percaya atau tidak percaya, terserah Anda! Namun menurut tradisi ini, bahwa di tahun naga air (2012), shio yang bernasib baik adalah orang-orang yang bershio tikus, kelinci, naga dan ayam. Kemudian shio yang bernasib sedang (tidak baik dan tidak buruk) adalah shio kerbau, monyet, dan babi. Sedangkan shio yang bernasib buruk adalah macan, ular, kuda, kambing dan anjing.
Bagi saya kehidupan ini adalah anugerah Tuhan. Segala sesuatu yang baik dalam kehidupan ini berasal dari Tuhan. Sebaliknya segala sesuatu yang belum baik adalah semata-mata karena kelemahan kita sebagai makhluk ciptaannya.Yang terpenting adalah berdoa dan bekerja secara berimbang! Itulah kunci kesuksesan, prestasi dan rezeki dalam kehidupan kita.
Bunda Teresa dari Calcutta menasihatkan kita: “Peganglah erat-erat tangan Tuhan dan berjalanlah bersama-Nya di sepanjang jalan kehidupanmu di dunia ini...!” Artinya hanya bersama Tuhan, kita bisa! Bunda Teresa juga membesarkan semangat hidup kita dengan mengatakan: “Kita sendiri merasakan bahwa apa yang kita lakukan hanyalah setetes air di lautan. Padahal, laut akan berkurang airnya jika tidak ada tetesan itu.”
Etienne de Grellet (2011) menulis: “Aku akan melalui jalan kehidupan ini hanya sekali.// Karena itu, kebaikan apa pun yang dapat kulakukan.// Atau kemurahan hati sekecil apa pun yang dapat kutunjukkan kepada sesama manusia.?? Izinkan aku melakukannya sekarang juga.// Izinkan aku untuk tidak menunda dan mengabaikannya.// Karena aku tidak akan melalui jalan ini lagi!”
Akhirnya, Selamat Tahun Baru 2012. Semoga para pembaca yang budiman berkelimpahan dalam kebijaksanaan, kesuksesan, prestasi dan rezeki di sepanjang tahun 2012.
Selasa, 06 Desember 2011
Bupati Minta Pembangunan Kantor Camat Linggang Bigung Dikebut...
Meski terbilang sibuk, Bupati Kubar Ismail Thomas meninjau tiga proyek,
Senin (5/12) kemarin. Orang nomor satu di Pemkab Kubar itu pertama
meninjau pembangunan rumah kantor (rukan) di Jalan Sendawar Raya.
Dilanjutkan peninjauan pembangunan Kantor Camat Linggang Bigung, dan
terakhir water reservoir atau tempat penampungan air PDAM di Kampung
Linggang Kebut, Kecamatan Linggang Bigung.
Saat meninjau rukan yang memiliki sekitar 40 ruko/petak itu, Ismail Thomas terlihat cukup puas. Karena kondisinya lebih baik dibandingkan hasil peninjauan beberapa waktu lalu. Seperti pintu WC sudah bisa berfungsi dengan benar, dan plafon yang jebol juga sudah diperbaiki. Yang membuat indahnya rukan, semua dinding dilapisi dengan wallpaper atau kertas dinding. Sehingga terlihat rapi dan lebih mewah
Meski cukup puas, bupati tetap meminta, agar semuanya bisa dikerjakan dengan rapi dan mendetail. Selain itu juga ia meminta agar pekerjaan di gedung segera dirampungkan. Dengan demikian, gedungnya bisa diserah terimakan. “Fasilitas air, listrik, pendingan ruangan atau air conditioner (AC) ketika diserahterimakan semuanya harus berfungsi dengan baik,” pinta Ismail lagi.
Dia menegaskan, walaupun mengejar target selesai akhir tahun ini, harus tetap memperhatikan kerapian dan kebersihan bangunan secara detail. Selain itu juga menyediakan bak sampah di setiap rukan, dan taman juga harus ditata. “Intinya semua fasililitas yang ada di rukan harus bagus dan berfungsi ketika diserah terimakan,” terangnya.
Ketika meninjau pembangunan Kantor Camat Linggang Bigung, Bupati Ismail Thomas meminta agar bisa selesai akhir tahun 2011. Meski diharuskan cepat, dia berpesan, agar para pengawas proyek bisa memaksimalkan dengan harus rapi, jangan asal-asalan.
Sedangkan saat meninjau tempat penampungan air PDAM di Kampung Linggang Kebut, Linggang Bigung, bupati tidak menyoal kualitasnya. Namun dia menegaskan kepada petugas di water reservoir itu untuk memasang instalasi air di kantornya sendiri. “Jangan sampai kantor pengelola air malah tidak ada jaringan airnya. Bagaimana kebersihan di kantor tersebut jika belum ada instalasi air. Pasang saja sendiri instalasinya, tidak usah tunggu anggaran,” singgung bupati.
Seorang petugas PDAM menjelaskan di hadapan bupati, saat ini sudah terpasang 437 sambungan rumah. Yang sudah mendaftar 300 lebih, dengan biaya pemasangan Rp 1,38 juta.
Saat meninjau rukan yang memiliki sekitar 40 ruko/petak itu, Ismail Thomas terlihat cukup puas. Karena kondisinya lebih baik dibandingkan hasil peninjauan beberapa waktu lalu. Seperti pintu WC sudah bisa berfungsi dengan benar, dan plafon yang jebol juga sudah diperbaiki. Yang membuat indahnya rukan, semua dinding dilapisi dengan wallpaper atau kertas dinding. Sehingga terlihat rapi dan lebih mewah
Meski cukup puas, bupati tetap meminta, agar semuanya bisa dikerjakan dengan rapi dan mendetail. Selain itu juga ia meminta agar pekerjaan di gedung segera dirampungkan. Dengan demikian, gedungnya bisa diserah terimakan. “Fasilitas air, listrik, pendingan ruangan atau air conditioner (AC) ketika diserahterimakan semuanya harus berfungsi dengan baik,” pinta Ismail lagi.
Dia menegaskan, walaupun mengejar target selesai akhir tahun ini, harus tetap memperhatikan kerapian dan kebersihan bangunan secara detail. Selain itu juga menyediakan bak sampah di setiap rukan, dan taman juga harus ditata. “Intinya semua fasililitas yang ada di rukan harus bagus dan berfungsi ketika diserah terimakan,” terangnya.
Ketika meninjau pembangunan Kantor Camat Linggang Bigung, Bupati Ismail Thomas meminta agar bisa selesai akhir tahun 2011. Meski diharuskan cepat, dia berpesan, agar para pengawas proyek bisa memaksimalkan dengan harus rapi, jangan asal-asalan.
Sedangkan saat meninjau tempat penampungan air PDAM di Kampung Linggang Kebut, Linggang Bigung, bupati tidak menyoal kualitasnya. Namun dia menegaskan kepada petugas di water reservoir itu untuk memasang instalasi air di kantornya sendiri. “Jangan sampai kantor pengelola air malah tidak ada jaringan airnya. Bagaimana kebersihan di kantor tersebut jika belum ada instalasi air. Pasang saja sendiri instalasinya, tidak usah tunggu anggaran,” singgung bupati.
Seorang petugas PDAM menjelaskan di hadapan bupati, saat ini sudah terpasang 437 sambungan rumah. Yang sudah mendaftar 300 lebih, dengan biaya pemasangan Rp 1,38 juta.
Langganan Juara Itu Siap Tanding di Jakarta...
Marching Band Sangkakala (MBS) Kubar akan mengikuti kompetisi tingkat
nasional yaitu Grand Prix Marching Band (GPMB) di Istana Senayan
Jakarta, pada 22 sampai 24 Desember 2011.
Manajer Tim MBS EB Ednabanowati mengatakan, akan menurunkan 111 atlet marchingband. Tim akan berangkat 18 Desember 2011 ini dengan target lolos ke babak final dan bisa masuk 10 besar. “Berangkat dengan target yang realistis saja, lantaran even tingkat nasional yang satu ini baru pertama kali kami kuti,” katanya.
Yang bertanding pada GPMB ini diperuntukkan berusia 20 tahun ke atas, sementara atlet MBS Kubar banyak yang berusia di bawah 20 tahun. Sejak terbentuk MBS pada 2007, MBS telah menjadi langganan juara. Yakni kompetisi tingkat regional pada Langgam Indonesia di Bali 2010 sebagai Juara Umum Display Indoor, Juara Umum Guard Contest, Juara Dua Parade/Play Pass, dan Juara 3 Perkusi Contest.
Sebelumnya juga sebagai Juara Umum (juara di 11 kategori lomba) Samarinda Open Marching Band Competition V (SOMC) di Samarinda 2008, pada Kejurda Drum Band dan Kaltim Marching Band Festival di Samarinda 2009 meraih Juara Umum Guard Contest, medali perak unjuk gelar dan medali emas Drum Battle.
“Dalam even ini diberikan kebebasan menampilkan tema yang ingin disuguhkan, dan MBS akan menampilkan berdasarkan soundtrack film Evita Peron yang menceritakan perjalanan kehidupan Evita dan menjadi inspirasi atau kebangkitan kaum perempuan di Argentina,” jelasnya. Terpisah, Pelatih MBS Kubar Andreas Andala mengatakan, atlet dipersiapkan sudah enam bulan yang berasal dari Kecamatan Barong Tongkok, Melak, Sekolaq Darat, dan Tering.
“Untuk latihan regular kami tidak menginapkan atlet, kecuali ada hari tertentu kami karantinakan yang mengharuskan menginap di kantor Pemkab agar bisa fokus latihan. Rencananya dari tanggal 6 Desember ini akan ada karantina mengingat even sudah dekat,” tuturnya. Karantina ini merupakan yang kedua kalinya dalam persiapan ini. Ia a berharap dukungan dan doa dari seluruh warga Kubar agar tim MBS dapat mengharumkan lagi nama Kubar.
Manajer Tim MBS EB Ednabanowati mengatakan, akan menurunkan 111 atlet marchingband. Tim akan berangkat 18 Desember 2011 ini dengan target lolos ke babak final dan bisa masuk 10 besar. “Berangkat dengan target yang realistis saja, lantaran even tingkat nasional yang satu ini baru pertama kali kami kuti,” katanya.
Yang bertanding pada GPMB ini diperuntukkan berusia 20 tahun ke atas, sementara atlet MBS Kubar banyak yang berusia di bawah 20 tahun. Sejak terbentuk MBS pada 2007, MBS telah menjadi langganan juara. Yakni kompetisi tingkat regional pada Langgam Indonesia di Bali 2010 sebagai Juara Umum Display Indoor, Juara Umum Guard Contest, Juara Dua Parade/Play Pass, dan Juara 3 Perkusi Contest.
Sebelumnya juga sebagai Juara Umum (juara di 11 kategori lomba) Samarinda Open Marching Band Competition V (SOMC) di Samarinda 2008, pada Kejurda Drum Band dan Kaltim Marching Band Festival di Samarinda 2009 meraih Juara Umum Guard Contest, medali perak unjuk gelar dan medali emas Drum Battle.
“Dalam even ini diberikan kebebasan menampilkan tema yang ingin disuguhkan, dan MBS akan menampilkan berdasarkan soundtrack film Evita Peron yang menceritakan perjalanan kehidupan Evita dan menjadi inspirasi atau kebangkitan kaum perempuan di Argentina,” jelasnya. Terpisah, Pelatih MBS Kubar Andreas Andala mengatakan, atlet dipersiapkan sudah enam bulan yang berasal dari Kecamatan Barong Tongkok, Melak, Sekolaq Darat, dan Tering.
“Untuk latihan regular kami tidak menginapkan atlet, kecuali ada hari tertentu kami karantinakan yang mengharuskan menginap di kantor Pemkab agar bisa fokus latihan. Rencananya dari tanggal 6 Desember ini akan ada karantina mengingat even sudah dekat,” tuturnya. Karantina ini merupakan yang kedua kalinya dalam persiapan ini. Ia a berharap dukungan dan doa dari seluruh warga Kubar agar tim MBS dapat mengharumkan lagi nama Kubar.
...Tertarik Grebeg Suro Sebagai Kearifan Budaya...
Bupati Kubar Ismail Thomas memberikan apresiasi terhadap kegiatan Grebeg
Suro yang dilaksanakan warga keturunan Jawa. Kegiatan yang patut
dilestarikan ini, meskipun baru pertama kali digelar, merupakan warisan
budaya yang berharga.
“Ini juga menambah aset budaya kita,” kata Bupati Kubar Ismail Thomas, di acara ramah tamah puncak acara Grebeg Suro di gedung Aji Tulur Jejangkat (ATJ) Sekretariat Kabupaten, Jumat (2/12).
Lebih lanjut dikatakan bupati, tonggak sejarah kemajuan ini berkaitan dengan pilar berbangsa dan bernegara dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ada beberapa elemen yang terdiri dari Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang- Undang Dasar 1945 dan Wawasan Kebangsaan. “Yakni keragaman budaya bukan untuk memisahkan kita tetapi, malah menyatukan kita,” katanya.
Peringatan seperti ini, sambung bupati, merupakan kearifan adat budaya yang diperingati setiap tahun, yang tentunya tidak didapat di negara-negara lain. “Peringatan ini memiliki banyak makna, selain kekayaan khasanah budaya bangsa, juga menghargai hasil sumber alam dan juga menghargai budaya nenek moyang. Sehingga bisa diwariskan pada generasi muda, “ terangnya.
Manfaat peringatan ini katanya, juga memberikan makna seperti kemakmuran, harapan, aura kedamaian, dan keselamatan. Juga termasuk dalam misi Kubar, yakni membangun Kubar yang lestari. Baik alam maupun budayanya yang terdiri adat – istiadat baik seni adat, seni musik dan seni ukir dan merupakan simbol masyarakat yang berbudaya. Bupati berharap kegiatan seperti ini bisa diprogramkan.
Hadir Wakil Bupati Kubar Didik Effendi, Kapolres Kubar AKBP RY Wihastono Yoga Pranoto, Kasdim 0912/Kubar Mayor Inf Christian TDS serta pengurus DPD Ikapakarti, dan warga keturunan Jawa.
“Ini juga menambah aset budaya kita,” kata Bupati Kubar Ismail Thomas, di acara ramah tamah puncak acara Grebeg Suro di gedung Aji Tulur Jejangkat (ATJ) Sekretariat Kabupaten, Jumat (2/12).
Lebih lanjut dikatakan bupati, tonggak sejarah kemajuan ini berkaitan dengan pilar berbangsa dan bernegara dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ada beberapa elemen yang terdiri dari Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang- Undang Dasar 1945 dan Wawasan Kebangsaan. “Yakni keragaman budaya bukan untuk memisahkan kita tetapi, malah menyatukan kita,” katanya.
Peringatan seperti ini, sambung bupati, merupakan kearifan adat budaya yang diperingati setiap tahun, yang tentunya tidak didapat di negara-negara lain. “Peringatan ini memiliki banyak makna, selain kekayaan khasanah budaya bangsa, juga menghargai hasil sumber alam dan juga menghargai budaya nenek moyang. Sehingga bisa diwariskan pada generasi muda, “ terangnya.
Manfaat peringatan ini katanya, juga memberikan makna seperti kemakmuran, harapan, aura kedamaian, dan keselamatan. Juga termasuk dalam misi Kubar, yakni membangun Kubar yang lestari. Baik alam maupun budayanya yang terdiri adat – istiadat baik seni adat, seni musik dan seni ukir dan merupakan simbol masyarakat yang berbudaya. Bupati berharap kegiatan seperti ini bisa diprogramkan.
Hadir Wakil Bupati Kubar Didik Effendi, Kapolres Kubar AKBP RY Wihastono Yoga Pranoto, Kasdim 0912/Kubar Mayor Inf Christian TDS serta pengurus DPD Ikapakarti, dan warga keturunan Jawa.
...Diperbaiki sekaligus Diaspal...
Warga Kecamatan Melak bisa berbangga hati, karena jalan aspal yang
sudah rusak berlubang sedang diaspal kembali oleh Pemkab Kubar. Total
panjangnya sekitar 2,470 kilometer, meliputi tiga ruas badan jalan.
Camat Melak Rakhmat melalui Sekretaris Camat (Sekcam) HM Japar
menyebutkan, dari ketiga ruas itu, yang sedang dilakukan pengaspalan di
Jalan Dimbak RT 9 menuju ke jalan dua jalur sepanjang 1,320 kilometer
dengan lebar badan jalan 5 meter. Setelah selesai dilanjutkan
pengaspalan di Jalan Gunung Aji atau di depan Masjid YAMP Al-Hidayah
sampai ke Pospol Pelabuhan sepanjang sekitar 1 kilometer dengan lebar
badan jalan 6 meter.
Kemudian Jalan A Yani atau dari depan Pospol Pelabuhan Melak menuju ke jembatan kayu tapal batas Kelurahan Melak Ulu-Melak Ilir, atau depan Hotel Natasya Melak. “Di ruas jalan ini juga dilakukan pelebaran badan jalan 5 meter. Sedangkan badan jalan yang ada 6 meter, sehingga totalnya menjadi 11 meter. Pelebaran jalan ini mulai dari depan Toko Mitra Maju di Jalan Kapten Tendean, menuju depan Terminal Melak atau dekat jembatan kayu,” kata HM Japar, di kantornya, Kamis (1/12).
Hal senada dikatakan, Arifin, pekerja PT Budi Daya Utama Sejahtera (BDUS) yang mengerjakan proyek tersebut. “Pengerjaan jalan ini kita lakukan dan batas akhir Desember 2011 harus selesai,” kata Arifin. Ditambahkan Japar, dalam pengerjaan pelebaran Jalan A Yani atau dari depan Pospol Pelabuhan Melak ke jembatan kayu Kelurahan Melak Ilir akan terklaim tanah warga. “Kita inventarisir, ada 15 rumah dari 13 pemiliknya. Tanah yang terkenal pelebaran jalan itu pada bagian halaman depan rumah,” katanya.
Secara kebetulan, halaman depan rumah warga yang terkena pelebaran ini katanya, akan diganti oleh pemerintah. Pola pergantiannya, berapa meter tanah bagian depan yang terkena pelebaran jalan akan diganti dengan tanah yang berada di belakang rumah warga. Karena tanah itu milik pemerintah. “Jadi ganti ruginya bukan dengan uang, melainkan dengan mengganti tanah kembali,” terangnya. Hal senada soal penggantian tanah warga ini disampaikan Bupati Kubar Ismail Thomas, ketika memimpin rapat koordinasi membahas pembangunan pascakebakaran di ruang diklat lantai 3 Kantor Bupati Kubar, beberapa bulan lalu.
Kemudian Jalan A Yani atau dari depan Pospol Pelabuhan Melak menuju ke jembatan kayu tapal batas Kelurahan Melak Ulu-Melak Ilir, atau depan Hotel Natasya Melak. “Di ruas jalan ini juga dilakukan pelebaran badan jalan 5 meter. Sedangkan badan jalan yang ada 6 meter, sehingga totalnya menjadi 11 meter. Pelebaran jalan ini mulai dari depan Toko Mitra Maju di Jalan Kapten Tendean, menuju depan Terminal Melak atau dekat jembatan kayu,” kata HM Japar, di kantornya, Kamis (1/12).
Hal senada dikatakan, Arifin, pekerja PT Budi Daya Utama Sejahtera (BDUS) yang mengerjakan proyek tersebut. “Pengerjaan jalan ini kita lakukan dan batas akhir Desember 2011 harus selesai,” kata Arifin. Ditambahkan Japar, dalam pengerjaan pelebaran Jalan A Yani atau dari depan Pospol Pelabuhan Melak ke jembatan kayu Kelurahan Melak Ilir akan terklaim tanah warga. “Kita inventarisir, ada 15 rumah dari 13 pemiliknya. Tanah yang terkenal pelebaran jalan itu pada bagian halaman depan rumah,” katanya.
Secara kebetulan, halaman depan rumah warga yang terkena pelebaran ini katanya, akan diganti oleh pemerintah. Pola pergantiannya, berapa meter tanah bagian depan yang terkena pelebaran jalan akan diganti dengan tanah yang berada di belakang rumah warga. Karena tanah itu milik pemerintah. “Jadi ganti ruginya bukan dengan uang, melainkan dengan mengganti tanah kembali,” terangnya. Hal senada soal penggantian tanah warga ini disampaikan Bupati Kubar Ismail Thomas, ketika memimpin rapat koordinasi membahas pembangunan pascakebakaran di ruang diklat lantai 3 Kantor Bupati Kubar, beberapa bulan lalu.
...GKKA-RSUD HIS Pengobatan Gratis di Damai...
Menyambut Natal gabungan Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia
(GKKA-I) Kubar, GKKA Sendawar bekerjasama dengan RSUD Harapan Insan
Sendawar (HIS) melaksanakan kegiatan berbagi kasih dengan menggelar
kegiatan sosial. Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan
penyakit menular dan pengobatan secara gratis bagi masyarakat di Dusun
Kelian, Kampung Muara Tokong, Kecamatan Damai. Kegiatan sosial ini
dilaksanakan, Jumat (2/12) kemarin.
Koordinator kesehatan majelis wilayah GKKA-I Sendawar yang juga Direktur Rumah Sakit HIS Sukwanto S Kep Ners M Si menjelaskan, bakti social bidang kesehatn merupakan wujud perhatian gereja kepada masyarakat Kubar, sehingga kegiatan sosial tersebut rutin dilakukan setiap tahunnya. Kegiatan pengobatan tersebut melibatkan tiga dokter umum, para perawat, apoteker dan asisten apoteker dari rumah sakit dan puskesmas setempat.
Selain Sukwanto mengatakan, selain pengobatan juga dilakukan penyuluhan kesehan tentang penyakit menular yang telah terjadi dimasyarakat saat ini, harapan dengan pelayanan sosial semacam ini masyarakat Kubar. Khususnya bagi warga di sekitar Gereja bisa memeriksakan untuk mengetahui kesehatan secara dini karena itu sangat penting.
Selain itu juga diharapkan masyarakat bisa menggunakan fasilitas kesehatan baik di Puskesmas, dan rumah sakit serta tetap percaya kepada Tuhan yang Maha Esa. “Masyarakat juga harus tahu ketika ia meminta pertolongan pengobatan, jangan sampai setalah sakit sudah parah baru datang berobat,” kata Sukwanto .
Sukwanto juga mengatakan kegiatan pengobatan dan periksaan kesehatan gratis tersebut, terbuka untuk masyarakat umum. Kegiatan sosial yang dimotori Gereja tidak hanya untuk kalangan masyarakat Kristen saja tetapi masyarakat nonKristen. Juga diharapkan mau mengikuti penyuluhan tentang kesehatan silahkan datang saja ketika pelayanan kesehatan dibuka, karena memang kegiatan tersebut terbuka untuk umum.
Koordinator kesehatan majelis wilayah GKKA-I Sendawar yang juga Direktur Rumah Sakit HIS Sukwanto S Kep Ners M Si menjelaskan, bakti social bidang kesehatn merupakan wujud perhatian gereja kepada masyarakat Kubar, sehingga kegiatan sosial tersebut rutin dilakukan setiap tahunnya. Kegiatan pengobatan tersebut melibatkan tiga dokter umum, para perawat, apoteker dan asisten apoteker dari rumah sakit dan puskesmas setempat.
Selain Sukwanto mengatakan, selain pengobatan juga dilakukan penyuluhan kesehan tentang penyakit menular yang telah terjadi dimasyarakat saat ini, harapan dengan pelayanan sosial semacam ini masyarakat Kubar. Khususnya bagi warga di sekitar Gereja bisa memeriksakan untuk mengetahui kesehatan secara dini karena itu sangat penting.
Selain itu juga diharapkan masyarakat bisa menggunakan fasilitas kesehatan baik di Puskesmas, dan rumah sakit serta tetap percaya kepada Tuhan yang Maha Esa. “Masyarakat juga harus tahu ketika ia meminta pertolongan pengobatan, jangan sampai setalah sakit sudah parah baru datang berobat,” kata Sukwanto .
Sukwanto juga mengatakan kegiatan pengobatan dan periksaan kesehatan gratis tersebut, terbuka untuk masyarakat umum. Kegiatan sosial yang dimotori Gereja tidak hanya untuk kalangan masyarakat Kristen saja tetapi masyarakat nonKristen. Juga diharapkan mau mengikuti penyuluhan tentang kesehatan silahkan datang saja ketika pelayanan kesehatan dibuka, karena memang kegiatan tersebut terbuka untuk umum.
Senin, 28 November 2011
Jamaah Tiba di Tanjung Redeb 1 dan 11 Desember
Ritual ibadah haji yang sudah berjalan hampir satu bulan, kini memasuki
tahap akhir. Seluruh jamaah haji Indonesia berangsur-angsur kembali ke
daerah masing-masing sesuai jadwal. Khusus jamaah haji asal Berau yang
tergabung dalam kloter 10 dan 18 akan tiba pada 1 dan 13 Desember
mendatang. Kedatangan rombongan haji ini akan disambut oleh Bupati
Berau Makmur HAPK beserta pejabat Pemkab.
Kepala Kementerian Agama Berau, Ambo Tang didampingi Sadriannur, petugas Sistem Komputerisasi Haji Terpadu ( Siskohat) mengatakan haji Berau terbagi dua kloter, yaitu 10 dan 18. Seluruhnya dalam keadaan sehat, dan ada yang masih mengikuti salat Arbain di Madinah. “Alhamdulillah semua jamaah haji Berau sehat walafiat,” kata Ambo Tang.
Ditambahkannya, haji Berau akan tiba di embarkasi Balikpapan pada 30 November sekitar pukul 16.30 wite. Sedangkan untuk Kloter 18 dengan jumlah sekitar 12 orang akan masuk pada tanggal 10 Desember pukul 15.30 wite, kemudian menuju Berau pada 11 Desember. ”Kita sudah siapkan petugas medis dan petugas haji di embarkasi,”jelasnya.
Di kloter 10 ada 137 orang, dan kloter 18 sebanyak 12 orang. Untuk kloter 10, dua orang haji pulang ke Samarinda dan Balikpapan, sehingga untuk yang tiba di Berau hanya 135 orang. Kedatangan di Berau juga akan dibagi dalam dua penerbangan, menggunakan Trigana dan Batavia Air.
Kepala Kementerian Agama Berau, Ambo Tang didampingi Sadriannur, petugas Sistem Komputerisasi Haji Terpadu ( Siskohat) mengatakan haji Berau terbagi dua kloter, yaitu 10 dan 18. Seluruhnya dalam keadaan sehat, dan ada yang masih mengikuti salat Arbain di Madinah. “Alhamdulillah semua jamaah haji Berau sehat walafiat,” kata Ambo Tang.
Ditambahkannya, haji Berau akan tiba di embarkasi Balikpapan pada 30 November sekitar pukul 16.30 wite. Sedangkan untuk Kloter 18 dengan jumlah sekitar 12 orang akan masuk pada tanggal 10 Desember pukul 15.30 wite, kemudian menuju Berau pada 11 Desember. ”Kita sudah siapkan petugas medis dan petugas haji di embarkasi,”jelasnya.
Di kloter 10 ada 137 orang, dan kloter 18 sebanyak 12 orang. Untuk kloter 10, dua orang haji pulang ke Samarinda dan Balikpapan, sehingga untuk yang tiba di Berau hanya 135 orang. Kedatangan di Berau juga akan dibagi dalam dua penerbangan, menggunakan Trigana dan Batavia Air.
Bupati: Kubar Butuh Guru Profesional
Apel Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Persatuan Guru Republik Indonesia
(PGRI) di halaman depan Kantor Bupati Jumat kemarin, berbeda dari apel
biasanya. Yakni dari segi jumlah peserta apel yang sangat banyak, tidak
saja melibatkan kalangan aparat pemerintah baik PNS dan TKK, tapi juga
ratusan pelajar dari SD, SMP hingga SMA/SMK dari sejumlah sekolah.
Asisten III Sekretaris Kabupaten Kubar Murni Neri menjadi inspektur upacara (irup) menggantikan Bupati Kubar Ismail Thomas, karena sedang tugas keluar daerah.
Murni Neri mengatakan, peran guru dalam dunia pendidikan sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Diharapkan, mampu memberikan inspirasi kepada berbagai pihak tentang pentingnya peran strategis guru dalam membangun bangsa. “Sebab kita meyakini, bahwa untuk kemajuan bangsa, diperlukan pendidikan bermutu. Sedangkan pendidikan bermutu membutuhkan guru yang profesional,” kata bupati sebagaimana dikutip Murni.
Murni menambahkan, jika kita perhatikan progres Kubar dari segi pertumbuhan ekonomi dan kependudukan saat ini, di mana daerah-daerah cepat tumbuh terjadi pemusatan penduduk yang disebabkan, karena semakin meningkat dan terbuka peluang usaha. “Maka ke depan, harus berhadapan dengan situasi dimana masyarakat dan harus siap menghadapi kondisi perkotaan yang kompetitif,” katanya.
Ia mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dan harus dipersiapkan dari sekarang dan ada kondisi tertentu yang perlu dibangun. Sehingga masyarakat Kubar akan sungguh-sungguh siap. Maksudnya, menjadi komitmen Pemkab Kubar sejak tahun 2006 lalu adalah konsentrasi pembangunan pada bidang pendidikan. Karena bidang ini sangat membawa pengaruh kepada peningkatan kualitas SDM. Sebab, masalah kesiapan menghadapi kompetisi global adalah masalah manusianya baik dari segi pendidikan (formal maupun non-formal).
“Melalui peran para guru yang kian profesional di bidangnya, anak-anak kita dapat dididik dan dipersiapkan untuk menjadi manusia seutuhnya, yakin memiliki pengetahuan yang luas dan bermutu, inovatif, dan kompetitif. Kaya akan keterampilan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan sosial,” harap Murni.
Lanjut Murni, kedua di bidang ekonomi produktif yang mampu bertahan di tengah persaingan ketat dunia usaha. Bidang ekonomi semakin berkembang, apabila masyarakat memiliki kemampuan dalam menciptakan, memilih dan memanfaatkan peluang-peluang usaha yang ada. ”Jadi melalui momen peringatan tersebut, dapat memicu peningkatan produktifitas, profesionalitas dan kualitas di semua bidang pembangunan yang kita laksanakan baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, adat budaya dan lingkungan hidup,” ungkapnya.
Asisten III Sekretaris Kabupaten Kubar Murni Neri menjadi inspektur upacara (irup) menggantikan Bupati Kubar Ismail Thomas, karena sedang tugas keluar daerah.
Murni Neri mengatakan, peran guru dalam dunia pendidikan sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Diharapkan, mampu memberikan inspirasi kepada berbagai pihak tentang pentingnya peran strategis guru dalam membangun bangsa. “Sebab kita meyakini, bahwa untuk kemajuan bangsa, diperlukan pendidikan bermutu. Sedangkan pendidikan bermutu membutuhkan guru yang profesional,” kata bupati sebagaimana dikutip Murni.
Murni menambahkan, jika kita perhatikan progres Kubar dari segi pertumbuhan ekonomi dan kependudukan saat ini, di mana daerah-daerah cepat tumbuh terjadi pemusatan penduduk yang disebabkan, karena semakin meningkat dan terbuka peluang usaha. “Maka ke depan, harus berhadapan dengan situasi dimana masyarakat dan harus siap menghadapi kondisi perkotaan yang kompetitif,” katanya.
Ia mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dan harus dipersiapkan dari sekarang dan ada kondisi tertentu yang perlu dibangun. Sehingga masyarakat Kubar akan sungguh-sungguh siap. Maksudnya, menjadi komitmen Pemkab Kubar sejak tahun 2006 lalu adalah konsentrasi pembangunan pada bidang pendidikan. Karena bidang ini sangat membawa pengaruh kepada peningkatan kualitas SDM. Sebab, masalah kesiapan menghadapi kompetisi global adalah masalah manusianya baik dari segi pendidikan (formal maupun non-formal).
“Melalui peran para guru yang kian profesional di bidangnya, anak-anak kita dapat dididik dan dipersiapkan untuk menjadi manusia seutuhnya, yakin memiliki pengetahuan yang luas dan bermutu, inovatif, dan kompetitif. Kaya akan keterampilan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan sosial,” harap Murni.
Lanjut Murni, kedua di bidang ekonomi produktif yang mampu bertahan di tengah persaingan ketat dunia usaha. Bidang ekonomi semakin berkembang, apabila masyarakat memiliki kemampuan dalam menciptakan, memilih dan memanfaatkan peluang-peluang usaha yang ada. ”Jadi melalui momen peringatan tersebut, dapat memicu peningkatan produktifitas, profesionalitas dan kualitas di semua bidang pembangunan yang kita laksanakan baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, adat budaya dan lingkungan hidup,” ungkapnya.
Jumat, 25 November 2011
Kayu Menipis, Perusahaan Tutup...Dari 8.000 Pekerja, Tinggal 1.000 Orang
SEMAKIN
HABIS: Karena ditebang setiap hari selama puluhan tahun, kayu di hutan
Kubar pun menipis. Akibatnya banyak perusahaan yang tutup akibat
ketiadaan bahan baku.
SENDAWAR - Penebangan kayu di hutan Kubar yang sudah
berlangsung puluhan tahun, membuat produksinya beberapa tahun terakhir
ini terus merosot. Dampak sosial ekonomi bagi masyarakat semakin
dirasakan. Salah satunya, ribuan orang kehilangan pekerjaan akibat
banyaknya perusahaan kayu yang tutup. Mereka beralih menjadi pekerja
tambang batu bara dan perkebunan kelapa sawit yang mulai menjamur di
Kubar.Kepala Dinas Kehutanan Kubar Yustinus As mengakui berkurangnya perusahaan kayu di Kubar sejak 2003 hingga sekarang. “Terbanyak perusahaan kayu di era izin Hak Pemungutan Hasil Hutan (HPHH) pada 2000-2003. Setelah itu terus berkurang,” ungkap Yustinus kepada harian ini ditanya jumlah perusahan kayu yang masih beroperasi di Kubar, Kamis (24/11) kemarin.
Saat ini ada 15 perusahaan pemegang izin Hak Pengusahaan Hutan (HPH) di lima Kecamatan Hulu Mahakam. Yakni Kecamatan Long Iram, Long Hubung, Laham, Long Bagun, dan Long Pahangai. Kemudian, 3 Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kecamatan Siluq Ngurai, Mook Manaar Bulatn, dan Damai. Selanjutnya, 7 Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) berada di kawasan hutan Kecamatan Damai, Long Hubung, Siluq Ngurai, Mook Manaar Bulatn, dan Nyuatan.
“Dulunya mencapai 8.000 pekerja. Namun yang masih bertahan diperkirakan tinggal 1.000 pekerja,” kata dia.
Dia menjelaskan, jika kayu yang ditebang mudah tenggelam/kayu keras, diangkut menggunakan ponton yang ditarik kapal kecil atau tugboat. Tapi jika kayu sejenis meranti yang timbul di air, perusahaan menggunakan cara membuat rakit memanjang ditarik dengan kapal tarik hingga ke Samarinda.
Yustinus mengatakan, meski sektor perkayuan terus menyusut, namun upaya pengembalian hutan yang rusak ditebang kayunya akan tetap menjadi pengawasan Dinas Kehutanan. Perusahaan tetap berkewajiban selain membayar Dana Reboisasi dan Provisi Sumber Daya Hutan (DR PSDH), juga mengembalikan biaya pergantian nilai tegakan dan melaksanakan reboisasi.
“Untuk reboisasi di antaranya menanam bibit pohon sengon, akasia dan lainnya. Kegiatan ini sangat penting untuk mengembalikan hutan yang ditebang kayunya,” kata dia.
Gedung RRI Perbatasan di Long Bagun Sudah Selesai
Pembangunan gedung dan tower pemancar RRI untuk mengkover perbatasan
Kaltim dengan Malaysia, berlokasi di Kecamatan Long Bagun, sudah
selesai. Pada 22 November 2011 lalu, telah dilakukan serah terima dari
kontraktor pelaksana kepada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika
Kubar di Long Bagun.
Camat Long Bangun Rosalina Song, dan tokoh masyarakat yang hadir serahterima gedung RRI perbatasan berukuran 15x14,5 meter dan sebuah tower tersebut, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kubar yang telah menetapkan lokasinya di Long Bagun.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada kontraktor pelaksananya, sehingga semua sarana RRI perbatasan ini dibangun dengan baik,” kata Rosalina Song. Dia memberikan apresiasi kepada masyarakat Long Bagun yang telah mendukung kelancaran pembangunan gedung dan tower RRI ini.
Rosalina berharap, kehadiran RRI dapat menyebarkan informasi kepada masyarakat baik itu pembangunan, dan seni budaya terutama keadaan masyarakat di pedalaman. “Saya juga meminta dengan selesainya bangunan dan tower ini, RRI segera on air (mengudara), karena sudah ditunggu-tunggu warga,” ungkap dia.
Hal senada dikatakan Benediktus Juan, warga Kecamatan Long Pahangai yang menyambut baik berdirinya RRI. Ia meminta secepatnya RRI mengoperasikan pemancar tersebut. “Kami juga meminta agar penyiar atau tenaga kerja yang bertugas di RRI Perbatasan ini setidaknya warga setempat atau warga hulu Mahakam,” kata Benediktus Juan, secara terpisah.
Hal ini, kata dia, akan lebih mudah jika warga lokal karena memahami kultur seni budaya dan bahasa yang mayoritas Dayak Bahau, Kenyang, Aoheng, Penihing, dan sub-etnis Dayak lainnya.
Camat Long Bangun Rosalina Song, dan tokoh masyarakat yang hadir serahterima gedung RRI perbatasan berukuran 15x14,5 meter dan sebuah tower tersebut, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kubar yang telah menetapkan lokasinya di Long Bagun.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada kontraktor pelaksananya, sehingga semua sarana RRI perbatasan ini dibangun dengan baik,” kata Rosalina Song. Dia memberikan apresiasi kepada masyarakat Long Bagun yang telah mendukung kelancaran pembangunan gedung dan tower RRI ini.
Rosalina berharap, kehadiran RRI dapat menyebarkan informasi kepada masyarakat baik itu pembangunan, dan seni budaya terutama keadaan masyarakat di pedalaman. “Saya juga meminta dengan selesainya bangunan dan tower ini, RRI segera on air (mengudara), karena sudah ditunggu-tunggu warga,” ungkap dia.
Hal senada dikatakan Benediktus Juan, warga Kecamatan Long Pahangai yang menyambut baik berdirinya RRI. Ia meminta secepatnya RRI mengoperasikan pemancar tersebut. “Kami juga meminta agar penyiar atau tenaga kerja yang bertugas di RRI Perbatasan ini setidaknya warga setempat atau warga hulu Mahakam,” kata Benediktus Juan, secara terpisah.
Hal ini, kata dia, akan lebih mudah jika warga lokal karena memahami kultur seni budaya dan bahasa yang mayoritas Dayak Bahau, Kenyang, Aoheng, Penihing, dan sub-etnis Dayak lainnya.
Kantor Satu Atap Terkendala Kayu
Pembangunan kantor aparat pemerintahan
kampung, badan permusyawaratan kampung/BPK, dan lembaga adat dalam satu
atap di Kampung Gunung Bayan, Kecamatan Muara Pahu, Kubar, kini
terkendala material kayu. Sementara kayu yang diperlukan cukup banyak,
sekitar 72 meter kubik dengan berbagai ukuran.
“Kami sekarang bingung kemana mau cari kayu untuk membangun kantor satu
atap ini. Jika pun ada di kampung tetangga, dikhawatirkan saat
pengangkutannya ditindak aparat kepolisian. Makanya saya minta pihak
terkait di Kubar membantu mencarikan solusi,” tegas Garin, petinggi
Gunung Bayan kepada harian ini, kemarin.
Dari 72 kubik kayu untuk kantor satu atap yang berukuran 255 perkan itu
memerlukan 17 kubik kayu balok ulin ukuran 10 x 10 centimeter (cm), 6
kubik kayu ulin 5 x 10 cm, 19 kubik papan ulin untuk lantai/dasar dan
dinding, 3 kubik balok meranti 5 x 10 cm, dan 14 kubik papan meranti
untuk dinding dobel dan plafon.
Ia menegaskan, pembangunan kantor ini harus berjalan, karena merupakan kegiatan multiyears (tahun jamak) dengan sumber dana Alokasi Dana Kampung (ADK).
“Ini merupakan program Pemkab Kubar,” katanya.
Adapun upaya yang sudah dilakukan untuk mendapatkan material kayu
tersebut, katanya, telah menemui Dinas Kehutanan (Dishut) Kubar,
beberapa waktu lalu. Namun disarankan untuk mendapatkan kayu itu dengan
cara berkoordinasi dengan perusahaan kayu yang berada di wilayah
terdekat.
“Saya sudah coba menemui PT Sinar Mas di Kecamatan Siluq Ngurai yang
terdekat dengan kampung saya, namun hingga kini belum mendapatkan
persetujuan,” bebernya.
Upaya lain, meski mendapatkan persetujuan kayu masyarakat di Kampung
Kendesik, Kecamatan Siluq Ngurai tetapi kayunya meragukan diangkut,
karena bisa menjadi masalah di kepolisian.
Terpisah, Kepala Dishut Kubar Yustinus As membenarkan, telah menerima
usulan dari petinggi Gunung Bayan untuk memohon material kayu
pembangunan kantor satu atap.
“Saya waktu itu sudah sarankan untuk mendapatkan material kayu
menghubungi perusahaan Hutan Tanaman Industri atau Izin Pemanfaatan Kayu
terdekat,” kata dia.
Tapi kalau pun dikatakan PT Sinar Mas terkesan mempersulit, solusinya
petinggi Gunung Bayan segera membuat surat permohonan kembali kepada PT
Sinar Mas, dengan tembusan Dishut Kubar. “Jika nanti dipersulit lagi
nanti saya yang akan membantu menghubungi manajemen PT Sinar Mas,” kata
Yustinus.
Kamis, 24 November 2011
Enam Prioritas di RAPBD 2012
AKAN
DIMAKSIMALKAN: Bupati Ismail Thomas (kiri) menyerahkan jawaban
pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi DPRD terhadap RAPBD 2012,
diterima Ketua DPRD FX Yapan, Rabu (23/11).
SENDAWAR - Bupati Kubar Ismail Thomas menyatakan akan
menggunakan anggaran pembangunan 2012 semaksimal mungkin untuk
melanjutkan pembangunan Kubar dengan memfokuskan kepada enam bidang
prioritas. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD)
Kubar 2012 sebesar Rp 1,5 triliun, sama dengan tahun 2011.“Pemerintah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada fraksi di DPRD yang memberikan dukungan terhadap nota pengantar RAPBD 2012,” kata Ismail Thomas, Rabu (23/11) kemarin. Bupati mengatakan itu saat menyampaikan nota penjelasan RAPBD 2012 di gedung DPRD. Sambutan bupati ini menjawab jawaban terhadap pemandangan umum Fraksi DPRD tentang nota pengantar RAPBD 2012, 16 November lalu.
Prioritas yang dimaksud, pertama, pembangunan dan peningkatan infrastruktur serta pembangunan prasarana dan sarana dasar sosial ekonomi masyarakat kampung. Kedua, peningkatan kualitas dan produktifitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Kemudian, ketiga pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis pembangunan pertanian, Usaha Bersama Kampung (UBK) dan usaha-usaha produktif atau Usaha Kecil Menengah (UKM), dan keempat penanganan dan upaya-upaya penggulangan kemiskinan. Selanjutnya, kelima perwujudan penyelenggaraan kepemerintahan daerah yang baik. Terakhir pengembangan seni budaya dan pariwisata, hubungan antaretnik dan pemberdayaan adat budaya lokal.
Bupati juga mengatakan, nota penjelasan keuangan pemerintah mengenai RAPBD 2012 yang disusun secara partispatif, transparan, akuntabel, adil, efisien, dan efektif yang menunjukan tekad pemerintah demi terwujudnya Kubar yang masyarakatnya semakin cerdas, sehat, produktif, dan sejahtera berbasiskan ekonomi kerakyatan. “Pemerintah juga sependapat dengan Fraksi PDI-Perjuangan agar Satuan Kerja Perangat Daerah (SKPD ) yang berpotensi menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) wajib menyusun target dan rencana pendapatan sesuai dengan urusan, organisasi, kelompok, jenis, obyek dan rincian obyek pendapatan untuk mencapai target PAD secara optimal,” tandasnya.
Dia juga mengatakan, pemerintah sependapat dengan Fraksi Partai Gokar bahwa Tim Anggaran Pemerintah Daerah dalam menyusun dan melakukan rasionalisasi pagu anggaran kegiatan pada setiap SKPD menggunakan analisa standar belanja, standarisasi satuan harga barang/jasa dan standar pelayanan minimal untuk menganalisis kewajaran pagu anggaran dan jenis kegiatan yang lebih prioritas.
Selain itu, pembangunan infrastruktur terutama jalan dan jembatan agar diprioritaskan untuk membuka keterisolasian wilayah, serta meningkatkan aksebilitas arus barang dan jasa dari ibu kota kabupaten ke kecamatan sampai ke kampung dan sebaliknya.
Pemerintah juga sependapat dengan Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Partai Demokrat bahwa pembangunan bidang pertanian haruslah benar-benar dimaksimumkan untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat. Terutama pada program peningkatan penerapan teknologi pertanian dan perkebunan.
Pada anggaran 2012 pemerintah merencanakan Rp 30,06 miliar atau meningkat sebesar Rp 13,28 miliar atau 85,19 persen dibandingkan alokasi anggaran 2011 sebesar Rp 16,23 miliar untuk meningkatkan aktifitas pembangunan pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.
Langganan:
Postingan (Atom)
