Dari 66 desa yang direncanakan se-Indonesia, hanya Kubar yang
mendapatkan bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan arsip pemerintahan
kampung oleh Arsip Nasional RI (ANRI). Sedikitnya, 25 orang dari juru
tulis kampung, sekretaris kelurahan, staf kelurahan di sekitar ibu kota
Sendawar, dan petugas pengelola kearsipan Kantor Arsip dan Perpustakaan
Kubar sebagai pesertanya di ruang Diklat lantai 2 Kantor Bupati.
Narasumber adalah Kepala Subdirektorat Kearsipan Daerah II ANRI Amieka
Hasraf dan IT Penata Komputer ANRI Topik Ismail. Ia didampingi
Fungsional Arsiparis Sri Yanto dan Rayi Perancang undang-undang Rayi
Darmagara serta Sub Direktorat Daerah II mencakup Kalimantan, Sulawesi,
Bali, dan NTT.
Sri Yanto menyebutkan, Kubar mendapat program arsip masuk desa
melalui bimtek dan pemberian aplikasi ini, salah satunya karena 2009
lalu Kubar telah menjadi wakil Kaltim sebagai penerima bantuan laptop.
Aplikasi ini sengaja dibuat mudah atau tidak rumit dengan
menyederhanakan pengelolaan arsip di desa atau kampung.
Ditambahkan oleh Amieka Hasraf, tujuan program arsif masuk desa (AMD)
ini untuk mewujudkan kesiapan pemerintahan desa/kelurahan sebagai
lembaga pemerintah bagi publik agar mampu melaksanakan tugas pokok.
Yakni mengatur, mengurus, memberikan perlindungan serta kepastian atas
pelayanan kepada masyarakat desa/kelurahan.
Kepastian pelayanan dapat dimaksudkan, bila ada masyarakat yang
membutuhkan misalnya penelitian maupun permintaan kepala desa, dapat
memberikan pelayanan yang cepat dan tidak tunda-tunda. Karena dapat
mencari data dengan cepat sehingga kalau ada yang minta,dapat menjawab
dengan pasti dan cepat, ada atau tidaknya data.
“Melalui arsip diharapkan tanggap terhadap hak keperdataan, hak
politik, mengetahui potensi sumber daya alam (SDA) desanya dan tanggung
jawab dalam membangun desanya,” katanya. Jenis arsip yang diberkaskan di
kampung antara lain arsip perangkat desa, produk hukum di desa,
kependudukan, surat keterangan, mutasi penduduk, monografi desa, aset
desa, keuangan di desa, dan pilkades.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kubar Aminuddin yang membuka acara bimtek
mengatakan, bahwa pemerintahan kampung merupakan ujung tombak pelayanan
yang memerlukan keakuratan data untuk memenuhi kebutuhan dan
kepentingan masyarakat. “Begitu pentingnya peranan arsip sebagai sumber
dasar analisis pelayanan publik yang dituntut semakin berkualitas,” kata
bupati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar